Tampilkan postingan dengan label manik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2020

Cewek Yang Naksir Ku Ajak ML


CrownQQ - Kisah sex ini terjadi saat saya masih kuliah semester akhir di Jakarta. Nama cewek ini Virly, waktu itu saya dikenalkan oleh temanku. Saat itu saya sedang pulang kampung, soalnya liburan semester. Orangnya cantik sekali, potongan rambutnya pendek seleher, kulitnya putih, bodinya oke, dan cukup supel juga.

Tidak heran kalau temanku bilang dia naksir berat pada Virly. Virly waktu itu masih kelas 3 SMA. Waktu itu kebetulan lagi libur catur wulan dan kami merencanakan untuk pergi menginap di villa salah seorang teman selama 4 hari.

BACA JUGA :  Kutaklukan Gadis Tomboy Yang Sangat Menggoda

Kami pergi bertujuh, 4 cewek dan 3 cowok. Sebenarnya saya dengan Virly sama sekali bukan pacaran. Cuma kebetulan saja waktu itu dia berdua di mobil bersamaku, sedangkan yang lainnya bersama-sama. Selama perjalanan kami semakin akrab, dan kelihatannya dia naksir kepadaku.
Sesampainya di villa waktu itu sudah malam, lalu saya mengajaknya jalan-jalan. Waktu itu saya mulai beranikan diri merangkulnya, dan dia ternyata diam saja bahkan semakin merapatkan tubuhnya. Lalu saya mulai merayunya, hingga suatu saat saya berkata “wah, Lus kalau dekat sama kamu terus bikin hangat gimana kalau entar tidurnya kita bareng aja”.

Eh, dia malah tersenyum dengan muka malu-malu. Lalu dia pelan berbisik “boleh aja, ayo..”. Lalu langsung saya bawa dia ke kamar di belakang biar tidak ketahuan oleh teman-teman. Di sana saya mulai menciumnya, pertama dia diam saja, lama-lama dia memberi respon juga.
Dia memang jago kissnya. Lalu saya mulai menggerayangi tubuhnya, saya pegang payudaranya, lalu saya remas, dia mulai mendesah-desah tidak karuan. Lalu pelan-pelan saya lepaskan kaosnya, kemudian BH-nya sehingga kelihatan bukitnya yang indah menjulang.

Melihat itu saya makin keras meremas payudaranya sambil mengisap putingnya yang indah itu. Setelah puas meremas-remas tanganku mulai menggerayangi pangkal pahanya. Pelan-pelan saya mulai memasukkan tangan ke dalam celananya, ketika jariku mulai menyentuh bibir kemaluannya, dia menjerit kaget dan berusaha menarik tanganku.


Saya pikir wah gawat nih salah langkah, tapi saya masih berusaha mempertahankan tanganku di dalam celananya dan tanganku yang satunya menarik tangannya dan meletakkan di penisku, lalu saya bisikin dia “remasin Lus…, nikmat rasanya”, dengan malu-malu dia mulai meremas-remas penisku.
Sepertinya dia menikmati kegiatan barunya itu, dia tidak lagi berusaha menarik tanganku. Lalu saya mulai melanjutkan pekerjaanku, tanganku mulai menggosok-gosok bibir kemaluannya dengan cepat. Makin cepat saya gosok makin kencang pula dia meremas penisku.

Kemudian saya mulai melepaskan celana berikut celana dalamnya. Di sana saya mulai melihat liang kewanitaannya yang merekah dengan sedikit rambut di atasnya menantang untuk dimakan. Lalu saya mulai menjilati bibir kemaluannya, hingga dia mulai mendesah nikmat. Saya mainkan bibir kemaluannya dengan lidahku, kemudian saya hisap bibir kemaluannya sambil saya tarik sedikit.
Ah rasanya sudah kepingin sekali memasukkan penisku ke dalam liang senggamanya. Dan dia makin keras mendesahnya. Setelah puas saya berhenti dan melepas baju. Kemudian saya berkata kepadanya agar membuka celanaku. Dia sepertinya juga sudah tidak tahan, makanya dia langsung menurut saja.
Dia mulai melepaskan celana jeansku lalu celana dalamnya. Setelah itu dia mulai memainkan penisku sambil tertawa kecil. Lalu saya berbisik kepadanya “Isap, donk…!” dia sepertinya tidak mau, lalu saya rayu dengan sedikit memaksa. Agen BandarQ

Akhirnya dia mau juga, dia mulai menjilat penisku lalu dimasukkan ke mulutnya dan mulai menghisap. Ah nikmat banget hisapannya, dia pintar banget mengisapnya sampai saya pikir jangan-jangan dia itu sudah pernah beginian. Setelah saya rasa cukup keras saya menyuruh dia berhenti dan saya dorong dia ke ranjang.

Lalu saya buka kakinya lebar-lebar dan mulai menaruh penisku ke liang kewanitaannya. Dia memejamkan matanya rapat-rapat menunggu penisku. Kemudian pelan-pelan saya masukkan penisku ke liang senggamanya. Ternyata lubang kemaluannya kecil sekali, penisku agak susah masuknya.
Ketika masuk setengahnya dia mulai mendesah kencang, lantas saat masuk semuanya dia mulai menjerit kecil seperti kesakitan. Lantas saya mulai mendorong penisku ke liang senggamanya dan dia makin kencang menjerit serta tubuhnya menggeliat-geliat tidak karuan.

Lalu dia mulai menjerit. Lantas saya tanya dia pernah bersetubuh begini nggak? ternyata dia belum pernah, ini first timenya dia. Lalu saya bilang jangan takut sebentar lagi sakitnya hilang malah nanti bakal nikmat rasanya. Dia menurut saja, makanya saya melanjutkan lagi genjotanku, tapi saya genjot pelan-pelan takut dia kesakitan lagi. Setelah beberapa lama saya mulai merasakan pantatnya naik-turun sendiri.

Ternyata dia mulai merasakan nikmat malah mau minta lebih dahsyat. Langsung saya cepatin genjotanku, penisku makin cepat keluar-masuk liang kenikmatannya. Dia mulai mendesah-desah lagi kesenangan. Waktu itu saya mulai merasakan enaknya liang kewanitaan seorang wanita. Penisku mulai dipijit-pijit oleh dinding kemaluannya. Domino99 Online Terbesar

Saya makin mempercepat genjotannya bahkan saya hantam dengan keras penisku ke liang kewanitaannya, sehingga membuatnya menjerit kecil. Setelah beberapa lama, dia tiba-tiba diam dan mendesah panjang, saat itu saya mulai merasakan cairan panas di pangkal pahaku.
Ternyata dia sudah keluar, tapi saya belum karena itu saya teruskan menggenjot liang surganya. Ternyata saya keluarnya agak lama juga, dia sepertinya sudah mulai kesakitan. Akhirnya dia bicara kepadaku “San, rada sakit nih.., lo udah keluar belum?”.

Saya bilang “belum Lus, sebentar lagi kamu tahan dulu aja”, dia cuma mengangguk. Makanya saya makin mempercepat genjotan di liang kewanitaannya, sampai dia berteriak-teriak hingga saya bekap mulutnya takut ketahuan teman-teman. Dan saya teruskan sampai akhirnya saya rasa sudah tidak tahan, saya keluarkan semua isi spermaku ke dalam liang senggamanya. Dan dia pun mulai mendesah lega.

Setelah itu kita cool-down, dia tiduran di dadaku sambil bermanja-manja, dia berkata bahwa dia benar-benar suka kepadaku dan ini pertama kalinya dia berhubungan seks. Saya bisa lihat dari tetesan darah di kasur bahwa dia tidak berbohong. Lantas saya bilang bahwa saya juga suka kepadanya, dan apa dia mau jadi pacarku?

Dia bilang mau dan saya langsung memberi kiss hangat lagi buatnya, lalu kamipun berpakaian dan bergabung lagi bersama teman-teman. Akhirnya dia jadi pacarku. Selama 4 hari di Villa kita bersenggama terus setiap hari, dan sesudahnya dari sana kita juga sering bersetubuh. Biasanya kita lakukan kalau saya lagi ada libur dan pulang kampung.

Kalau sudah begitu kadang-kadang bisa hampir setiap hari kita bersetubuh, soalnya rumahku kosong dan saya sering mengajaknya ke sana kalau lagi horny. Kita pacaran sampai hampir setengah tahun kemudian, saya lulus dan melanjutkan study ke Aussie dan kita akhirnya putus.
Saya tidak pernah lagi mendengar kabarnya sampai akhirnya saya dengar dari teman, katanya dia tidak sekolah lagi karena hamil. Wah.., bisa-bisa itu anakku. Ah tapi saya tidak ambil pusing, kalau itu memang pekerjaanku dia pasti menghubungiku.
Lagian sekarang saya juga sudah ada pacar sendiri. Sekarang Saya hanya bisa mengenang masa-masa manisku saat bersetubuh bersamanya. Daftar Agen BandarQ



Kamis, 26 Maret 2020

Diperkosa 2 Orang Hitam Dengan Nafsu Binatang


CrownQQ - Aku lulus SMA tahun 1996, setelah lulus aku langsung meneruskan studiku di New York. Di sana aku tinggal di sebuah apartemen milik saudara jauhku, di sana aku tinggal bersama seorang temanku yang dari Jakarta juga, jadi biaya tinggal bisa dibagi dua supaya irit. Sebenarnya aku datang ke sini bersama dengan pacarku, Evita, tapi dia tinggal di apartemen lain bersama temannya yang wanita juga, karena orang tua tidak setuju kami yang masih pacaran tinggal dalam satu rumah.

Tapi kadang jika ada kesempatan kami sering diam-diam melakukan hubungan kelamin, terutama bila roomate masing-masing tidak ada. Aku jadian dengannya sudah sejak kelas 3 SMA, dan mulai berhubungan badan sejak di sini. Dia seorang yang berparas cantik bagaikan artis-artis Asia Timur, berkulit putih bersih, tingginya sekitar 165 cm, badan langsing dan padat, rambutnya lurus panjang sedada dicat kemerahan.

BACA JUGA : Mendapatkan Tubuh Adik Ipar Yang Sangat Menggoda

Kami melewati hari-hari kuliah dan kehidupan muda-mudi di sana dengan gembira sampai akhir tahun 1998 yang lalu. Saat itu di sana sudah mulai suasana Natal, teman-temanku banyak yang sudah pulang termasuk roomate-ku, aku dan Evita pun sudah bersiap-siap akan pulang liburan juga. Tapi karena kehabisan tiket pesawat ke Indonesia kami berdua terpaksa menunggu seminggu kemudian. Roomate-ku pulang paling awal karena kebetulan ibunya sakit. Setelah dia pergi sambil menunggu tanggal kepulangan kami, Evita sering ke apartemenku bahkan menginap di sini, saat itu temannya juga sudah pulang.

Beberapa hari sebelum pulang. Aku dan Evita pulang dari taman hiburan pada larut malam, kami sampai di apartemenku kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitar sana sudah sepi, aku masuk dan membuka pintu. Kami begitu terkejut ketika kulihat ruang tamu sudah berantakan seperti habis ada pencuri, dan kudengar suara gaduh di kamarku. Segera aku ke sana dengan membawa pisau dapur untuk memeriksanya. Pintu kamar kudobrak tapi belum sempat aku mengetahui apa-apa kepalaku sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Aku tidak tahu apa-apa selanjutnya sampai aku merasa tubuhku digoncang-goncang seseorang, aku tersadar dan menemukan diriku sudah dalam keadaan terikat di sebuah kursi dan mulutku disumpal kain sehingga tidak bisa bersuara. Aku melihat seorang pria negro di depanku yang menyuruhku bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya plontos. Dan satu orang lagi juga negro berbadan agak gemuk. Yang membuatku panas adalah si negro gendut itu sedang duduk di pinggir ranjangku sambil memangku Evita yang saat itu tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja. Agen BandarQ

Evita menangis minta dilepaskan. Tapi si gendut itu tidak menghiraukannya, dia meremas-remas payudara Evita yang masih terbungkus BH itu, menjilati lehernya, lalu berkata, “Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat!”. Dan si botak berkata kepadaku, “Hei, sudah bangun ya, pacarmu boleh juga, kami pinjam dia sebentar ya, baru pergi”, dia berkata begitu sambil menepuk-nepuk pipiku, aku mau berontak tapi tak bisa apa-apa. Lalu dia mendekati Evita dan berkata, “Ok, sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!” Dia menyuruh Evita berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celananya lalu mengulum batang kemaluannya.

Sambil menangis Evita memohon belas kasih, “Jangan.. tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!” belum selesai berkata tiba-tiba, “Pllaakk..” si botak menampar pipinya dan menjambak rambutnya, dengan paksa Evita dibuat berlutut di depannya, “Masukkan ke dalam mulut kamu, hisap atau saya bunuh kamu!” Terpaksa dengan putus asa Evita membuka celananya dan begitu dia menurunkan celana dalamnya tampaklah benda hitam panjang berwarna hitam, tanpa buang waktu si botak segera memasukkan benda itu ke mulut Evita, batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Evita.

Temannya yang gendut juga tidak tinggal diam, setelah dia melepas semua pakaiannya dia berdiri di samping Evita, menyuruh Evita mengocokkan batang kemaluannya dengan tangan, batang kemaluan si gendut tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Evita dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan si botak dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan si gendut.

“Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis Asia, lain dari yang lain”, kata si botak.
“Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih”, timpal yang gendut. Si botak akhirnya ejakulasi di mulut Evita, cairan putih kental memenuhi mulut Evita menetes di pinggir bibirnya seperti vampire baru menghisap darah, dan Evita terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka. Setelah itu mereka melepas BH dan CD Evita sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara 34B-nya dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat.


Kali ini si gendut duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Evita berjongkok di depannya sambil memijati batang kemaluan dengan payudaranya. Evita terpaksa menggesek-gesekkan payudaranya di kemaluan itu sambil menjilati ujung batang kemaluannya sehingga si gendut mendengus keenakan. Sementara itu si botak berbaring di bawah kemaluan Evita dan menjilati liang kemaluannya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu.

sekitar 10 menit dikocok, si gendut memuncratkan maninya dan membasahi wajah serta payudara Evita. Kali ini dia sudah tak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu si gendut jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Evita dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang, “Pelacur, kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku.. kalo sekali lagi begitu kurontokkan gigimu, dengar itu!” bentaknya. Kemarahanku bangkit karena pacarku diperlakukan begitu, aku meronta-ronta di kursiku tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksiku si gendut berkata, “Kenapa? Kamu tidak terima ya pacarmu kami pinjam, tapi sayang sekarang kamu nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..!”

Mereka kembali menggerayangi tubuh Evita, kali ini si gendut membuka lebar pahanya dan memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Evita. Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Evita yang masih sempit, sehingga dari wajah Evita terlihat dia menahan sakit yang amat sangat. Sementara itu si botak dengan ganasnya beradu lidah dengan Evita sambil tangannya turut bekerja memilin-milin putingnya. Si gendut memaju-mundurkan pantatnya dengan cepat. Selama beberapa menit digenjot akhirnya badan Evita menegang sampai secara refleks dia memeluk si botak yang sedang menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali.

“He.. he.. he.. Baru kali ini kan loe ngerasain pria Negro, gimana rasanya enak tidak, jawaabb..!” bentak si gendut sambil menarik rambutnya.
Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata dia menjawab, “E.. e.. enak, enak sekali!”
“Jawab lebih keras supaya pacar loe dengar pengakuan loe!” kata si botak.
“Iya, saya suka sekali bercinta dengan kalian”, jawabnya dengan lebih keras.
“Tuh, kamu dengar kan, apa kata pacarmu, dia suka pada kami, ha.. ha.. ha..!” ejek mereka padaku.

Hatiku benar-benar serasa mau meledak tapi aku tidak bisa apa-apa. Kemudian si botak membuat posisi badan Evita gaya posisi anjing, dia memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Evita hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelakak disertai teriakan panjang, “Aaahh..! Stoop, kumohon jangan!” Mereka berdua malah tertawa-tawa menyaksikan hal itu. Si gendut menimpali, “Sstt, tenang sayang, jangan terlalu ribut, kalo ada orang masuk kalian berdua celaka nanti!” Sekarang Evita sedang menghisap kemaluan si gendut sementara si botak menggenjotnya dari belakang. Domino99 Online Terbesar

Payudaranya yang bergantung itu juga dimainkan oleh mereka berdua. Tidak lama si botak ejakulasi karena terlalu sempit. Dari mulut Evita yang dipenuhi batang kemaluan yang besar itu hanya terdengar, “Emhh.. emhh.. emmhh!” Mereka berganti posisi lagi, kali ini si botak memangku Evita dengan membelakanginya dan menancapkan batang kemaluannya ke liang kemaluan Evita.

Dia menggerakkan pantatnya naik turun, dan Evita pun tanpa terasa, turut mengikuti irama gerak si gendut. Si botak mengambil sekaleng bir dari kulkas dan menyiramkannya ke tubuh Evita lalu menjilat-jilat tubuh mulus itu. Si gendut juga sambil bergoyang menjilati leher jenjang Evita, lidah si botak lalu bermain dalam mulutnya sementara tangannya meremas-remas payudara kenyal padat itu. Evita yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa menangis sambil menatap padaku dengan ekspresi menyedihkan dan sesekali mengeluarkan suara, “Ahh.. emmhh.. ahh..”

Setelah si gendut selesai dengan gaya pangkuannya, tampaknya si botak belum puas. Dia memiringkan tubuh Evita lalu mengangkat kaki kanan Evita ke bahunya dan mulai melancarkan tusukan-tusukan mautnya di liang kemaluan Evita. Dia menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit kain bantal, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba kedua bajingan itu, si botak tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Evita, lidahnya bermain-main di ujung putingnya.

Akhirnya Evita pingsan karena kehabisan tenaga. Mereka membuang mani mereka di tubuh mulus itu dan meratakannya hingga mengkilap. Yang lebih kejam lagi si botak malah mengencingi tubuh yang sudah tidak berdaya lagi. Sesudah beres-beres mereka berkata padaku, “Hei, kami kembalikan tuh pacarmu, dia cantik tapi sayang terlalu lemah, baru segitu saja sudah pingsan, tapi kami cukup puas juga kok sama servisnya, thank you man, bye..” Mereka pun menghilang di kegelapan malam bersama hasil jarahannya. Kasihan sekali nasib Evita sejak malam jahanam itu, dia sering termenung dan menangis sendirian.

Sepulangnya ke Jakarta dia juga tidak mau kembali lagi ke New York. Terpaksa kuliahnya dilanjutkan di Indonesia saja. Memang melalui terapi intensif, dia mulai bisa kembali bergaul seperti biasa. Tapi dia masih trauma pada orang negro, melihat negro di film pun dia kadang merasa agak kaget. Untung aku dan keluarganya terus memperhatikan dan masih mau menerima dia apa adanya. Yang disayangkan adalah pelakunya belum tertangkap, dan sejak itupun aku pindah apartemen agar tidak terlalu terpikir pada peristiwa nahas itu. Dan memang kabarnya daerah itu memang tidak begitu aman karena lokasinya tidak jauh dari tempat mangkalnya geng-geng dan pengangguran. Aku hanya berharap suatu hari kedua bajingan itu tertangkap dan mendapat hukuman seberat-beratnya. Daftar Agen BandarQ



Sabtu, 21 Maret 2020

Goyangan Ganas Dari Penjual Roti Yang Montok


CrownQQ - Mungkin para pembaca sudah tahu sifatku dalam cerita sebelumnya yang berjudul ibu Rini adalah mengencani wanita yang lebih tua dariku.
Minggu kemarin aku ditugaskan oleh kantorku ke kantor cabang di Bandung. Memang aku sudah ada rumah yang sudah disiapkan oleh kantor pusat, jadi tidak perlu lagi untuk menginap di hotel, yang tentu akan lebih besar pengeluarannya.

Sudah tujuh hari ini aku selalu makan malam keluar rumah, karena rumah tempat tinggalku hanya ada pembantu pria yang hanya membersihkan rumah serta mencuci pakaian dan pulang pada sore hari setelah aku pulang dari kantor cabang di Bandung.

Memang sudah dua hari ini aku bila tidak ingin makan malam yang harus naik angkot, aku suka makan roti bakar dan bubur kacang ijo yang berada di depan kantor cabangku. Itupun tidak boleh lebih dari jam sembilan malam, karena lebih dari jam tersebut warung tersebut sudah tutup. Aku kaget juga saat makan diwarung tersebut yang biasa melayani Pak tua, kok tiba-tiba yang melayani seorang ibu yang berwajah lumayan manis, dengan tubuh sintal, umur kira-kira 45 tahun, dan berkulit kuning langsat seperti ciri-ciri khas orang Jawa Barat.
“Bu, bapak yang biasa melayani disini, kemana bu?” sapaku.
“Och Mang Didin, sedang sakit Mas.” jawabnya.
“Lalu ibu siapa?” tanyaku penasaran.
Dia hanya tersenyum manis saja.
“Wach ini ibu bikin penasaran aja nich” pikirku dalam hati.

BACA JUGA :  Kocokan Maut Yang Berasal Dari Tante

Memang sich dia balik bertanya, aku ini siapa, dan setelah aku jelaskan, dia memang memperkenalkan diri bahwa dia ibu Vina. Dia jelaskan bahwa dia tinggal persis dibelakang kantorku saat ini, tetapi masuk gang kecil. Aku duduk sambil makan roti tidak biasanya hingga sampai warung tersebut tutup. Cukup jelas bahwa Bu Vina hanya tinggal bersama seorang anaknya laki-laki yang sudah berkeluarga. Lalu dari informasi pembantu di kantor cabangku, bahwa Bu Vina tersebut ditinggal cerai oleh suaminya setahun yang lalu, dan dikatakan bahwa Bu Vina sebelum cerai termasuk orang yang berada, meskipun tidak terlalu kaya sekali. Pastas pikirku, dari dandanannya, Bu Vina tidak terlalu seperti ibu-ibu yang lain, dalam arti tidak memakai kebaya, melainkan memakai baju terusan hingga dengkulnya.

“Bapak kapan ngobrol dengan Bu Vina? tanya pembatuku.
“Tadi malam.” jawabku singkat.
“Wach bapak pulang kantor suka malam sich, Bu Vina kalau siang atau sore kira-kira jam lima suka ngobrol disini dengan saya lho.” jawab pembantuku lagi.
Och ternyata Bu Vina suka ambil air ledeng dari kantorku, untuk air termos diwarungnya. Hm.. Kesempatan pikirku.

Singkat cerita, aku sengaja pulang agak sore, dan memang benar Bu Vina sedang ngobrol dengan si Dadang pembantuku. Lalu aku ditegurnya sambil berkata.
“Maaf nich Mas, ketahuan dech, sering minta air nich.”
“Nach yach.. Ketahuan, kalau begitu harus bayar nich, dengan roti bakar.” candaku.
Tapi tiba-tiba si Dadang mau izin pulang cepat karena adiknya mau kedokter, kebetulan pikirku he he he.

“Iya dech nanti aku bilang sama Mang Didin menyiapkan roti bakar untuk Mas”
Lalu aku coba untuk menggodanya “Ech enggak bisa, yang ambil air khan ibu, yang membuatkan roti bakar juga harus Bu Vina dong.”

Dia menatapku tajam sambil menggigit bibirnya yang sangat indah dilihat, aku sudah dapat membaca pikirannya, bahwa dia sudah mengerti maksudku. Lalu aku balas tersenyum kepadanya, diapun tersenyum kembali sambil permisi untuk ke warungnya.

Akhirnya aku paling sering pulang sore-sore hingga suatu waktu saat si Dadang hendak izin tidak bisa masuk, akupun izin ke kantor untuk istirahat dirumah, padahal ada niat untuk mengencani Bu Vina, karena memang aku sudah ada sinyal dari pandangan matanya beberapa hari yang lalu.
Siang hari seperti biasa Bu Vina datang untuk minta air, lalu aku pura-pura menjawab meringis sambil memegang pinggangku. Dan memang benar Bu Vina datang menyambut.
“Kenapa Mas pinggangnya” Agen BandarQ

“Enggak tahu nich, tadi pagi bangun tidur langsung pinggang saya terasa mau patah.”
“Mau ibu pijitin” tantangnya. Wach kebetulan nich pikirku.
Singkat cerita aku sudah tiduran dibangku panjang diruang tamuku tanpa baju, lalu Bu Vina memijit pinggangku. Setelah lima menit aku bangkit berdiri, lalu aku tawarkan ide gilaku untuk memijitnya.
“Ach memang Mas bisa mijit, kalau bisa kebetulan nich betis ibu suka pegal-pegal”

Aku tidak banyak bicara aku suruh Bu Vina tiduran untuk memijit betis bagian belakang. Memang seperti kebiasaan Bu Vina hanya memakai baju daster bercorak kembang hingga batas dengkulnya. Lalu aku mengambil body oil dari kamarku. Aku urut betis Bu Vina lalu pelan-pelan pijitanku aku naikkan hingga pahanya. Dia ternyata hanya diam saja. Karena sudah ada sinyal pikirku, aku singkapkan dasternya hingga kedua belah pantatnya yang sangat menantang terlihat jelas di depan mataku. Aku pijat pahanya sambil kedua jempolku aku masukan ke dalam celana dalamnya. Dia hanya mendesah.

“Och..”
Hm.. Kesempatan nich, aku tidak buang-buang waktu lagi, aku turunkan celana dalam Bu Vina hingga batas dengkulnya, lalu aku masukan tangan kananku ke dalam celah kedua belah pahanya, sambil memasukan jari tengahku ke dalam lubang kemaluan Bu Vina.

“Och.. Och..” desah Bu Vina sambil mengangkat pantatnya agak ke atas, hingga makin jelas terlihat kemaluan Bu Vina yang sudah berwarna coklat tua. Lalu aku lumurkan body oil persis dilubang anus Bu Vina, hingga meleleh hingga ke lubang kemaluannya. Aku gosok-gosok lubang kemaluan Bu Vina bagian luarnya, sedangkan jempolku aku gesek-gesek secara perlahan dilubang anusnya. Rupanya Bu Vina tidak kuat lagi menahan gejolak napsu birahinya. Langsung dia berdiri sambil menarik celana dalamnya ke atas kembali, dan mencium bibirku lalu berkata pelan.

“Mas masih siang enggak enak nanti ada yang datang lagi, nanti sore pasti saya akan ambil air lagi dech” Bu Vina seakan mengisyaratkan aku bahwa nanti sore saja setelah hari agak gelap.


Benar saja masih seperti tadi Bu Vina berpakaian, dia datang berpura-pura untuk minta air, kulihat mang Didin sedang sibuk melayani tamu yang memesan roti bakar diwarung Bu Vina. Aku menyuruh Bu Vina masuk kembali, tapi sekarang aku ajak dia kekamar tengah tempat aku nonton TV, aku langsung mendekapnya, dia menyambut dengan ciuman sambil melumat lidahku. Lalu aku suruh Bu Vina membuka dasternya. Hingga dia telanjang bulat, lalu aku suruh dia nungging diatas bangku, secara pelan-pelan aku selusuri pahanya dengan lidahku, hingga sampai ke lubang kemaluannya. Tampak memang Bu Vina rajin merawat tubuhnya.


Tanpa buang waktu aku buka celanaku lalu aku masukan penisku ke dalam lubang kemaluannya dari belakang, aku genjot Bu Vina dari belakang hingga cairan putih menetes dari lubang kemaluannya. Sedangkan dia hanya menunduk sambil mendekap senderan bangku tamuku, sambil memejamkan matanya menahan rasa nikmat.

Aku balikkan tubuh Bu Vina lalu aku jilat teteknya yang sudah mulai mengendor, aku buat beberapa sedotan keras dari bibirku dibagian pinggir teteknya hingga membekas berwarna merah kehitam-hitaman. Dia hanya mendesah terus menerus. Aku bisikan perlahan.
“Ibu isep saya punya yach”

Tanpa disuruh lagi Bu Vina langsung duduk di bangku sambil mengulum penisku, dan tampaknya beliau tahu persis cara mengulum yang benar. Diputar-putarnya penisku dengan lidah serta air liurnya, hingga penisku makin tegang dan keras. Lalu aku pegang kepalanya dengan kedua tanganku dan langsung kugoyangkan penisku keluar masuk ke dalam mulutnya. Lalu dijilatnya pinggiran penisku hingga bagian paling bawah mendekati lubang anusku. Wow memang ibu yang satu ini sangat lihai cara memberikan kenikmatan pada pria.

Lalu aku tarik bangku tamuku, aku sandarkan tubuh Bu Vina di sandaran bangku hingga kepalanya menyentuh tempat duduk, sedangkan pinggangnya terganjal disandaran bangku, lalu aku renggangkan kedua belah paha Bu Vina dan kumasukan penisku ke lubang kemaluannya mulai dari perlahan hingga kugenjot kencang.

Tampak Bu Vina hendak berteriak, tapi karena takut terdengar tetangga, ia hanya mendesah.
“Och.. Och.. Och.. Teruskan Mas, teruskan..”
Kami berdua hingga berkeringat, karena memang sengaja aku menahan pejuku untuk tidak muncrat dahulu. Karena aku memang benar-benar terangsang dengan putihnya body Bu Vina, buah dadanya yang masih bulat menantang, meskipun agak turun sedikit, serta pinggulnya sangat menantang bila dia memakai rok maupun celana ketat.

Aku cabut penisku sambil membersihkan lubang kemaluan Bu Vina dengan tissue, karena tampaknya Bu Vina telah mencapai puncak kenikmatannya, sehingga tampak cairan pejunya meleleh. Akhirnya aku angkat Bu Vina ke dalam kamar tidurku, aku rebahkan dia, aku kecup bibirnya sambil tanganku memelintir puting susunya, kadang-kadang aku ramas buah dadanya. Lalu ciumanku dibibirnya aku pindahkan kekedua buah dadanya, aku jilat secara bergantian puting susu Bu Vina. Dia tampak gelisah karena mulai terangsang kembali sambil kadang-kadang mengangkat pinggulnya supaya vaginanya bergesekan dengan penisku, mulai dari buah dadanya jilatanku turun ke arah pusar serta perut bagian sisi kanan dan kirinya. Domino99 Online Terbesar

“Och..!!” tampak Bu Vina tak kuat lagi menahan rangsangan yang aku berikan lewat jilatan lidahku. Ia pun langsung membalikkan badanku hingga terlentang lalu diapun mulai membalas dengan menjilat kedua puting tetekku, lalu mengangkat kedua pahaku hingga ke atas, hingga pinggangku agak terangkat, lalu ia mulai menjilat kedua bijiku lalu lebih turun kembali disekitar pinggiran lubang anusku, kadang-kadang ujung lidah Bu Vina menyentuh pas ditengah lubang anusku, dan memang kenikmatan yang luar biasa yang saya dapatkan pada sore hari ini. Karena memang service dari Bu Vina secara bertubi-tubi tanpa henti, langsung membuat aku tidak dapat lagi menahan pejuku untuk keluar.

Lalu aku angkat Bu Vina untuk posisi menduduki penisku, secara perlahan dia masukan penisku ke dalam lubang kemaluannya. Langsung tanpa diberi komando Bu Vina memacu diriku seperti kuda liar, terus dia menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Kejadian ini berlangsung selama duapuluh menit dan tampak keringat mulai menetes dari tubuh Bu Vina, langsung dia mendekap diriku, sambil berbisik.
“Keluarkan yach Mas.. aku sudah tak kuat lagi..”

Sambil mengangguk aku cium bibirnya yang mungil. Lalu Bu Vina kembali pada posisi menduduki aku sambil memacu goyangan pinggulnya lebih kencang lagi, terus.. Dia memacu, akupun tak dapat menahan kenikmatan yang sudah memuncak diubun-ubun kepalaku.

Lalu aku lepaskan pejuku didalam lubang kemaluan Bu Vina, dan tampaknya ini juga diimbangi dengan goyangan Bu Vina yang makin lama makin melemah sambil kadang-kadang dia menghentakkan pinggulnya, yang rupanya dia mengeluarkan pejunya untuk yang kedua kalinya. Lalu dia tersungkur merebahkan badannya diatas tubuhku, sambil memeluk erat tubuhku.
Setelah sepuluh menit, aku bisikan ditelinga Bu Vina.
“Bu yuck pake baju, nanti mang Didin nyariin lho..”

Lalu Bu Vina bangun dan membersihkan dirinya didalam kamar mandiku, demikian juga aku. Setelah rapih Bu Vina berkata.
“Mas aku kedepan yach” Lalu aku menjawab.
“Terima kasih, ‘roti bakarnya’ yach bu”
Lalu dia berbalik memandangku tajam sambil tersenyum dan berkata, “Awas kamu yach..”
>> Daftar Agen BandarQ <<