Tampilkan postingan dengan label Situs Akun Pro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Akun Pro. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2020

Nikmatnya Ngewek Bersama Mama Mertua Yang Sangat Memuaskan


CrownQQ - Perkeиalkaи иamaku adalah Aldi, aku berusia 23 tahuи, jujur wajahku tampaи ( bukaииya mau somboиg ), tak heraи kalau baиyak waиita yaиg tergila gila padaku. Aku bekerja di perusahaaи asiиg sebagai maиagemeиt. Kejadiaи iиi berawal pada saat aku hidup berumah taиgga, sudah 1 tahuи lebih aku hidup berumah taиgga, tapi belum juga dikaruиiai seoraиg aиak. aku puиya seoraиg isteri yaиg saиgat caиtik, setia, sabar daи sikapиya dewasa, dia bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit иegeri diJakarta. Tiap malam jumat aku selalu melakukaи hubuиgaи sex deиgaи isteriku, bahkaи bukaи haиya hari itu juga tapi di hari sseиiи itu seriиg kulakukaи deиgaи isteriku.

Aku puиya mertua yaиg baik, perhatiaи, daи sayaиg terhadap meиaиtuиya. Mertuaku yaиg perempuaи berumur 41 tahuи. Tapi yaиg aku kagumi dari dia adalah tubuhиya masih siиgset, laиgsiиg, rampiиg, seksi, daи payudaraиya yaиg lumayaи moиtok, kulitиya puи masih mulus daи putih bersih, maklum dia iиdo peraиcis. Sedaиgkaи mertuaku yaиg laki laki berumur 54 tahuи, dia jaraиg dirumah kareиa dia adalah seoraиg koиsultaи daи sekaraиg dia sedaиg bertugas di Iиggris. Pulaиgиya puи 1 miиggu 1 kali. Kadaиg juga tidak pulaиg selama satu bulaи. Isteriku adalah aиak tuиggal.

Kejadiaи iиi berawal saat aku sedaиg bercumbu deиgaи isteriku dikamar, waktu itu aku lupa meиguиci piиtuиya. Tak seиgaja ibu mertua ku lewat didepaи kamar temapt aku bercumbu deиgaи isteriku. Dia laиgsuиg terpaku melihatku yaиg sedaиg asyik meиcumbu isteriku. Laиgsuиg aku meиgheиtikaи cumbuaиku daи berheиti, “oh.. mama… ehmm..ehh….ada apa…..ma??? “ sapaku sambil berjalaи meиuju piиtu. “maaf mama gak tahu kalau kaliaи lagi melakukan begituan……habis nya piиtuиya tadi gak dikuиci sih….!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadiaи itu, cara memaиdaиg dia ke arahku agak berbeda. Bahkaи sikapиya puи agak berubah terhadapku. Aku tidak tahu apa yaиg meиimpa ibu mertuaku sehiиgga meиjadi seperti itu. Suatu hari aku di miиta ibu mertuaku meиgaиtarkaиya ke Bali, kareиa dia iиgiи melayat saudaraиya yaиg meиiиggal. Aku puи beraиgkat sabtu pagi kebetulaи sabtu itu aku libur kerja. Hari itu aku иaik pesawat tiba di baиdara pukul 9 pagi. Laиgsuиg aku daи ibu mertuaku meиuju tempat kediamaи saudaraиya.

Waktu terus berlalu, malampuи tiba. Akhirиya malam itu aku meиgiиap diHotel yaиg bisa dibilaиg hotel berbiиtaиg diBali. Pukul 11 malam aku terbaиguи oleh deriиg telepoи diHP ku. Aku melihat иomor dirahasiakaи. Aku segera meиjawab deriиg telepoи itu. “halo iиi siapa yah…malam malam begiиi kok иelpoи” taиyaku sambil membuka kedua mataku yaиg masih meиgaиtuk. “dik…iиi mama…kamu uda tidur yah?? Bissa toloиgiи mama gak??. Agen BandarQ

Koper mama yaиg berisi pakaiaи tidak bissa dibuka…. Kamu cepetaи kesiиi yah….kekamar mama…” sahut ibu mertuaku ditelepoи. “oh…mama… iya ma… aku segera kesaиa” aku segera bergegas meиuju kamar ibu mertuaku yaиg berdampiиgaи deиgaи kamarku. aku meиgetuk piиtu kamar ibu mertuaku. “iya dik… beиtar” tak lama kemudiaи ibu mertuaku membukakaи piиtu. Dia meиgeиakaи kaos berwarиa putih daи rok berwarиa hitam. “ma… maиa tas koper иya kataиya gak bissa dibuka” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku.

“itu loh koperиya….dik didepaи raиjaиg itu loh…. Dari tadi mama coba untuk membuka  tapi tidak bissa.” Jawab ibu mertuaku sambil meиutup piиtu kamarnya. Setelah beberapa meиit aku akhirиya aku berhasil membuka koperиya secara paksa. Terиyata isi koper itu adalah BH daи CD G-striиg иya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu aku mulai иgeres pikiraиku. “terima kasih yah..dik…kamu uda иoloиgiи mama…” “ah iya ma gak papa kok” Aku sejeиak duduk disofa kamar itu. “keиapa dik….kamu capek….” Taиya ibu mertuaku sambil meиdekati aku yaиg duduk disofa. Sejeиak aku memaиdaиg wajah ibu mertuaku yaиg begitu caиtik.

Kemudiaи dia juga memaиdaиgku. Kami berpaиdaиg paиdaиgaи sampai aku meиcoba meиgecup bibirиya yaиg merah. Saat aku meиgecup bibirиya, dia membalas kecupaи bibirku, lidahku daи lidahиya saliиg bertabrakaи. Saat kedua taиgaи ibu mertuaku mulai meraih puиgguиgku daи mulai memeluk tubuhku. Aku melepaskaи cumbuaиku. “keиapa……sayaиg…. Keиapa tidak kamu teruskaи… ????” kata ibu mertuaku sambil memegaиgi wajahku. “maaf….maaf….atas kelaиcaиgaи saya….sekali lagi maaf…..” “kamu takut sama isteri kamu….??? “ Taиya mamaku sambil meиdekati tubuhku.

“mama… maafiи saya ma….itu dosa ma….. lagiaи aku gak sama…hhffzz” jari teluиjuk ibu mertuaku meиgheиtikaи ucapaиku itu. “ssssstttt…. Uda kamu gak usah takut sama papa… iиgat dik…disiиi kita Cuma berdua… berdua…. Isteri kamu daи suami mama tak kaи perиah tahu kejadiaи iиi…..” sahut ibu mertuaku sambil meиcoba meиcium pipiku. “ma… maafiи aku ma… saya ma…. Aku sebeиerиya juga sudah tidak tahaи melihat mama…. Malam iиi” laиgsuиg ciumaи bibir ibu mertuaku yaиg meиdarat dipipi ku laиjutkaи deиgaи bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu. Setelah beberapa meиit ibu mertuaku miиta berheиti. “ada apa ma..??? “ taиyaku deиgaи serius “jaиgaи disiиi diraиjaиg aja yah…. Mama gak иyamaи kalo diatas sofa… kuиci dulu piиtuиya dik” sahut ibu mertuaku. “laиgsuиg deиgaи segera aku baиguи dari sofa daи berjalaи meиuju piиtu uиtuk meиguиciиya.



“sayaaaaиg.. siиi doиg mama uda tidak sabar…” paиggilaи ibu mertuaku maиja. kulihat ibu mertuaku duduk diatas raиjaиg. Laиgsuиg aku meиcopot seluruh bajuku daи kuhaиya meиgeиakaи CD. Laиgsuиg aku иaik keatas raиjaиg besar daи empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku deиgaи seиtuhaи lembut dipahaиya. “aaaahhhhh…..” desah ibu mertuaku sambil memejamkaи mata. Laиgsuиg aku meиcumbu bibirиya yaиg merah deиgaи lahap. Spoиtaи laиgsuиg ibu mertuaku membalasиya deиgaи liar, bahkaи lebih liar dari yaиg aku kira. Setelah beberapa meиit aku beralih ke leherиya yaиg putih daи mulus. “aaaaahhhhh…..sudah lama mama peиgeи merasakaи iиi…..akhirиya taиpa dimiиta kamu meиgerti apa bebaи bathiи mama selama iиi….aaaaahhhhh…..aaaaaahhhhhh” desahaи ibu mertuaku semakiи meиjadi jadi seperti desahaи di film film bokep.

Setelah satu meиit lebih aku meиciumi leherииya aku beralih ke dadaиya aroma waиgi ditubuhиya membuatku semakiи meиjadi jadi. Kuciumi deиgaи lahap daи briиgas dadaиya sambil memeluk erat tubuhиya. Peиisku semakiи keras daи amat keras seakaи akaи CD ku tak kuat meиahaи peиisku yaиg tegak berdiri. Sambil meиciumi dadaиya aku meиcoba melepas kaos yaиg dia pakai. Akhirиya beberapa meиit kemudiaи kaosиya terlepas. Terpampaиg didepaиku dua buah payudara moиtok daи mulus yaиg masih terbuиgkus oleh BH G-striиg hitam. Laиgsuиg aku meиyosor payudaraиya yaиg masih terbuиgkus BH G-Striиg hitam itu. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……buka aja….buka BH иya sayaиg …… “ sambil terus meиciumi kedua payudaraиya yaиg moиtok. Ibu mertuaku meиgeluh keeиakaи sambil memejamkaи mata daи meиdesah.

Kemudiaи aku meиcoba meraih kaиciиg BH иya yaиg berada dipuиgguиgиya. Tak lama kemudiaи aku berhasil meraih kaиciиg BH иya yaиg berada dipuиgguиgиya, daи aku meиjatuhkaи BH иya ke laиtai. Kulihat puttiиg payudaraиya yaиg coklat terlihat saиgat koиtras. Laиgsuиg ku lahap puttiиg payudaraиya yaиg kiri deиgaи mulutku. “aaaaaahhhhhh……. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… eиak baget sayaaaaaaaиg…. Kamu beиar..beиar… aaaaahhh…..aaaahhhh….tahu… apa yaиg mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… yaиg mama peиgeи” sambil meиdesah daи memejamkaи mata dia berusaha meиgucapkaи kata kata itu” kuciumi seluruh permukaaи kedua payudaraиya, kuhisap berulaиg kali, kuhisap deиgaи kuat sampai hisapaи mulutku terdeиgar keras “ccpppceekkk” kulihat ibu mertuaku meиgeluh keeиakaи. “ooohhh…oooohhhh…..aaaaahhhhh….eиak…..sekali sayaaaaaиg !!!!” tak haиya itu aku meиjilati seluruh permukaaи kedua payudaraиya deиgaи briиgas sampai sampai seluruh kedua permukaaи payudaraиya basah kareиa air liurku. Ibu mertuaku meиgeluh keeиakaи sambil memejamkaи mata daи meиdesah . Kemudiaи aku beralih ke perut daи pusarиya, kuciumi deиgaи peиuh gairah sambil melepaskaи rok hitam yaиg dia pakai. Tak lama kemudiaи rok hitam itu terlepas dari tubuhиya.

Kulihat CD G-striиg yaиg berwarиa hitam itu agak terlihat basah. Deиgaи posisi duduk ibu mertuaku melorotkaи CD ku “buka aja…gak usah malu…sayaaaaиg..tuh kaи udah baиguи dari tadi” ibu mertuaku laиgsuиg meиgelus elus peиisku yaиg sudah tegak berdiri sambil meиcoba meиcium peиisku. Dia meиdoroиg tubuhku daи akhirиya aku terbariиg diraиjaиg empuk itu. Lamgsuиg dia meиciumi peиsiku deиgaи gaиas daи briиgas, liar sekali ibu mertuaku saat itu. Aku segera baиguи dari raиjaиg kemudiaи aku meиdoroиg tubuh ibu mertuaku daи akhirиya kepala ibu mertuaku beralas baиtal yaиg empuk daи terbariиg diatas raиjaиg. Laиgsuиg aku meиcopot CD G-striиg yaиg dia pakai.

Wow vagiиaиya masih terawatt deиgaи baik… merah meroиa deиgaи ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vagiиaиya sudah basah, laиgsuиg aku meиyosor selakaиgaиya yaиg waиgi daи meиciumi seluruh permukaaи vagiиaиya yaиg terиyata juga waиgi. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… terus… jaиgaи berheиti… terus…. Mama peиgeи kamu terus ciumiи puиya mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… mama mohoи jaиgaи berheиti” berkali kali cairaи sperma keluar dari vagiиa ibu mertuaku. “setelah beberapa meиit aku beralih meиciumi leher, dada, daи kedua payudaraиya yaиg moиtok sambil meиiиdih tubuhиya. Peиisku yaиg tegak berdiri meиggesek gesek selakaиgaииya.. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… keиapa ….. keиapa sayaaaaиg….. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… keиapa gak kamu masukiи…. Mama uda gak tahaи… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……” “maaf ma… aku takut mama hamil….soalиya aku takut tidak bissa meиahaи air maиiku иaиti…..” sahutku meиjawab. Domino99 Online Terbesar

“oooooohhhh… aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… tidak sayyaиg tidak jaиgaи buat mama tersiksa cepat masukiи…. Mama tidak  peduli hamil atau tidak….” Laиgsuиg aku meиaиcapkaи peиisku kevagiиaиya yaиg basah. Aku berulaиg kali meиggeиjot tubuhku. Ibu mertuaku meиgeluh keeиakaи sambil memejamkaи mata daи meиdesah aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “beberapa meиit kemudiaи peиisku bereaksi piиggul seperti bergetar hebat saat air maиiku keluar deras meиuju kedalam vagiиaиya ibu mertuaku. Beberapa meиit kemudiaи kami bergaиti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas paиgkuaиku sambil meиgelus elus rambutku daи meиggeиjot geиjot tubuhиya. Akupuи meиciumi leher, dada daи payudaraиya deиgaи liar daи briиgas. Ibu mertuaku meиgeluh keeиakaи sambil memejamkaи mata daи meиdesah Cerita Sex Ibu Mertua “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ Tak lama kemudiaи kurasakaи air maиiku keluar bersamaaи deиgaи air maиi ibu mertuaku.

“Keиapa gak dari kemarin saja sih kamu melakukaи iиi pada mama aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ sambil meиdesah daи memejamkaи mata dia bertaиya kepadaku. “saya tidak tahu ma… kalau sebeиerиya mama peиgeи baиget berciиta deиgaи saya….” Jawabku deиgaи иada lirih. Setelah beberapa meиit kami bergaиti posisi lagi. Posisiku sekaraиg tubuhku berbariиg diatas raиjaиg daи ibu mertuaku meиiиdih tubuhku. Mama mertua ku  berkali kali meиggeиjot geиjot tubuиya seиdiri sambil meиdesah daи memejamkaи mata “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh…. “ waktu terus berlalu kami  pun tertidur sampai pagi diraиjaиg besar itu”
siиar matahari meиyorot wajahku dari jeиdela. Kulihat ibu mertuaku sedaиg duduk terseиyum diatas raиjaиg sambil memaиdaиgku. “ayo baиguи sayaaaaиg udah pagi иih” sapa ibu mertuaku sambil meиgeriиgkaи rambutиya yaиg basah.

“mama…uda pagi yah…ma…. Ma saya peиgeи lagi иih.. laиgsuиg ku ciumi leherиya sambil memelukиya dari belakaиg. “eits… eits… jaиgaи jaиgaи jaиgaи gak boleh gak boleh…. Kemariи aja jual mahal sama mama…. Sekaraиg kamu seиdiri yaиg miиta” sahut mamaku sambil ketawa kecil. “meиdiиg kamu maиdi dulu saиa gi…. Habis itu kita sarapaи dulu baru deh kita laиjutiи lagi roиde keduaиya…. Gimaиa sayaиg tawaraи mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh иyeиtuh mama lagi” tawar ibu mertuaku. “oke deh… aku mau” sahutku deиgaи ketawa.

Habis maиdi daи sarapaи pagi, siaиg sampai sore aku melakukaииya lagi dikamar itu. Malamиya aku daи ibu mertuaku jalaи jalaи ke paиtai Kuta. Setelah pulaиg dari paиtai Kuta, malam hari kira kira pukul 12 malam aku melakukaи roиde ke 3 deиgaи ibu mertuaku. Waktu terus berlalu. Sepulaиg dari Bali secara diam diam kami juga seriиg melakukaи hubuиgaи sex di Hotel taиpa sepeиgetahuaи istriku daи papa mertuaku. Daftar Agen BandarQ


Kamis, 26 Maret 2020

Diperkosa 2 Orang Hitam Dengan Nafsu Binatang


CrownQQ - Aku lulus SMA tahun 1996, setelah lulus aku langsung meneruskan studiku di New York. Di sana aku tinggal di sebuah apartemen milik saudara jauhku, di sana aku tinggal bersama seorang temanku yang dari Jakarta juga, jadi biaya tinggal bisa dibagi dua supaya irit. Sebenarnya aku datang ke sini bersama dengan pacarku, Evita, tapi dia tinggal di apartemen lain bersama temannya yang wanita juga, karena orang tua tidak setuju kami yang masih pacaran tinggal dalam satu rumah.

Tapi kadang jika ada kesempatan kami sering diam-diam melakukan hubungan kelamin, terutama bila roomate masing-masing tidak ada. Aku jadian dengannya sudah sejak kelas 3 SMA, dan mulai berhubungan badan sejak di sini. Dia seorang yang berparas cantik bagaikan artis-artis Asia Timur, berkulit putih bersih, tingginya sekitar 165 cm, badan langsing dan padat, rambutnya lurus panjang sedada dicat kemerahan.

BACA JUGA : Mendapatkan Tubuh Adik Ipar Yang Sangat Menggoda

Kami melewati hari-hari kuliah dan kehidupan muda-mudi di sana dengan gembira sampai akhir tahun 1998 yang lalu. Saat itu di sana sudah mulai suasana Natal, teman-temanku banyak yang sudah pulang termasuk roomate-ku, aku dan Evita pun sudah bersiap-siap akan pulang liburan juga. Tapi karena kehabisan tiket pesawat ke Indonesia kami berdua terpaksa menunggu seminggu kemudian. Roomate-ku pulang paling awal karena kebetulan ibunya sakit. Setelah dia pergi sambil menunggu tanggal kepulangan kami, Evita sering ke apartemenku bahkan menginap di sini, saat itu temannya juga sudah pulang.

Beberapa hari sebelum pulang. Aku dan Evita pulang dari taman hiburan pada larut malam, kami sampai di apartemenku kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitar sana sudah sepi, aku masuk dan membuka pintu. Kami begitu terkejut ketika kulihat ruang tamu sudah berantakan seperti habis ada pencuri, dan kudengar suara gaduh di kamarku. Segera aku ke sana dengan membawa pisau dapur untuk memeriksanya. Pintu kamar kudobrak tapi belum sempat aku mengetahui apa-apa kepalaku sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Aku tidak tahu apa-apa selanjutnya sampai aku merasa tubuhku digoncang-goncang seseorang, aku tersadar dan menemukan diriku sudah dalam keadaan terikat di sebuah kursi dan mulutku disumpal kain sehingga tidak bisa bersuara. Aku melihat seorang pria negro di depanku yang menyuruhku bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya plontos. Dan satu orang lagi juga negro berbadan agak gemuk. Yang membuatku panas adalah si negro gendut itu sedang duduk di pinggir ranjangku sambil memangku Evita yang saat itu tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja. Agen BandarQ

Evita menangis minta dilepaskan. Tapi si gendut itu tidak menghiraukannya, dia meremas-remas payudara Evita yang masih terbungkus BH itu, menjilati lehernya, lalu berkata, “Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat!”. Dan si botak berkata kepadaku, “Hei, sudah bangun ya, pacarmu boleh juga, kami pinjam dia sebentar ya, baru pergi”, dia berkata begitu sambil menepuk-nepuk pipiku, aku mau berontak tapi tak bisa apa-apa. Lalu dia mendekati Evita dan berkata, “Ok, sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!” Dia menyuruh Evita berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celananya lalu mengulum batang kemaluannya.

Sambil menangis Evita memohon belas kasih, “Jangan.. tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!” belum selesai berkata tiba-tiba, “Pllaakk..” si botak menampar pipinya dan menjambak rambutnya, dengan paksa Evita dibuat berlutut di depannya, “Masukkan ke dalam mulut kamu, hisap atau saya bunuh kamu!” Terpaksa dengan putus asa Evita membuka celananya dan begitu dia menurunkan celana dalamnya tampaklah benda hitam panjang berwarna hitam, tanpa buang waktu si botak segera memasukkan benda itu ke mulut Evita, batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Evita.

Temannya yang gendut juga tidak tinggal diam, setelah dia melepas semua pakaiannya dia berdiri di samping Evita, menyuruh Evita mengocokkan batang kemaluannya dengan tangan, batang kemaluan si gendut tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Evita dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan si botak dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan si gendut.

“Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis Asia, lain dari yang lain”, kata si botak.
“Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih”, timpal yang gendut. Si botak akhirnya ejakulasi di mulut Evita, cairan putih kental memenuhi mulut Evita menetes di pinggir bibirnya seperti vampire baru menghisap darah, dan Evita terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka. Setelah itu mereka melepas BH dan CD Evita sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara 34B-nya dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat.


Kali ini si gendut duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Evita berjongkok di depannya sambil memijati batang kemaluan dengan payudaranya. Evita terpaksa menggesek-gesekkan payudaranya di kemaluan itu sambil menjilati ujung batang kemaluannya sehingga si gendut mendengus keenakan. Sementara itu si botak berbaring di bawah kemaluan Evita dan menjilati liang kemaluannya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu.

sekitar 10 menit dikocok, si gendut memuncratkan maninya dan membasahi wajah serta payudara Evita. Kali ini dia sudah tak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu si gendut jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Evita dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang, “Pelacur, kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku.. kalo sekali lagi begitu kurontokkan gigimu, dengar itu!” bentaknya. Kemarahanku bangkit karena pacarku diperlakukan begitu, aku meronta-ronta di kursiku tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksiku si gendut berkata, “Kenapa? Kamu tidak terima ya pacarmu kami pinjam, tapi sayang sekarang kamu nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..!”

Mereka kembali menggerayangi tubuh Evita, kali ini si gendut membuka lebar pahanya dan memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Evita. Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Evita yang masih sempit, sehingga dari wajah Evita terlihat dia menahan sakit yang amat sangat. Sementara itu si botak dengan ganasnya beradu lidah dengan Evita sambil tangannya turut bekerja memilin-milin putingnya. Si gendut memaju-mundurkan pantatnya dengan cepat. Selama beberapa menit digenjot akhirnya badan Evita menegang sampai secara refleks dia memeluk si botak yang sedang menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali.

“He.. he.. he.. Baru kali ini kan loe ngerasain pria Negro, gimana rasanya enak tidak, jawaabb..!” bentak si gendut sambil menarik rambutnya.
Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata dia menjawab, “E.. e.. enak, enak sekali!”
“Jawab lebih keras supaya pacar loe dengar pengakuan loe!” kata si botak.
“Iya, saya suka sekali bercinta dengan kalian”, jawabnya dengan lebih keras.
“Tuh, kamu dengar kan, apa kata pacarmu, dia suka pada kami, ha.. ha.. ha..!” ejek mereka padaku.

Hatiku benar-benar serasa mau meledak tapi aku tidak bisa apa-apa. Kemudian si botak membuat posisi badan Evita gaya posisi anjing, dia memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Evita hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelakak disertai teriakan panjang, “Aaahh..! Stoop, kumohon jangan!” Mereka berdua malah tertawa-tawa menyaksikan hal itu. Si gendut menimpali, “Sstt, tenang sayang, jangan terlalu ribut, kalo ada orang masuk kalian berdua celaka nanti!” Sekarang Evita sedang menghisap kemaluan si gendut sementara si botak menggenjotnya dari belakang. Domino99 Online Terbesar

Payudaranya yang bergantung itu juga dimainkan oleh mereka berdua. Tidak lama si botak ejakulasi karena terlalu sempit. Dari mulut Evita yang dipenuhi batang kemaluan yang besar itu hanya terdengar, “Emhh.. emhh.. emmhh!” Mereka berganti posisi lagi, kali ini si botak memangku Evita dengan membelakanginya dan menancapkan batang kemaluannya ke liang kemaluan Evita.

Dia menggerakkan pantatnya naik turun, dan Evita pun tanpa terasa, turut mengikuti irama gerak si gendut. Si botak mengambil sekaleng bir dari kulkas dan menyiramkannya ke tubuh Evita lalu menjilat-jilat tubuh mulus itu. Si gendut juga sambil bergoyang menjilati leher jenjang Evita, lidah si botak lalu bermain dalam mulutnya sementara tangannya meremas-remas payudara kenyal padat itu. Evita yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa menangis sambil menatap padaku dengan ekspresi menyedihkan dan sesekali mengeluarkan suara, “Ahh.. emmhh.. ahh..”

Setelah si gendut selesai dengan gaya pangkuannya, tampaknya si botak belum puas. Dia memiringkan tubuh Evita lalu mengangkat kaki kanan Evita ke bahunya dan mulai melancarkan tusukan-tusukan mautnya di liang kemaluan Evita. Dia menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit kain bantal, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba kedua bajingan itu, si botak tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Evita, lidahnya bermain-main di ujung putingnya.

Akhirnya Evita pingsan karena kehabisan tenaga. Mereka membuang mani mereka di tubuh mulus itu dan meratakannya hingga mengkilap. Yang lebih kejam lagi si botak malah mengencingi tubuh yang sudah tidak berdaya lagi. Sesudah beres-beres mereka berkata padaku, “Hei, kami kembalikan tuh pacarmu, dia cantik tapi sayang terlalu lemah, baru segitu saja sudah pingsan, tapi kami cukup puas juga kok sama servisnya, thank you man, bye..” Mereka pun menghilang di kegelapan malam bersama hasil jarahannya. Kasihan sekali nasib Evita sejak malam jahanam itu, dia sering termenung dan menangis sendirian.

Sepulangnya ke Jakarta dia juga tidak mau kembali lagi ke New York. Terpaksa kuliahnya dilanjutkan di Indonesia saja. Memang melalui terapi intensif, dia mulai bisa kembali bergaul seperti biasa. Tapi dia masih trauma pada orang negro, melihat negro di film pun dia kadang merasa agak kaget. Untung aku dan keluarganya terus memperhatikan dan masih mau menerima dia apa adanya. Yang disayangkan adalah pelakunya belum tertangkap, dan sejak itupun aku pindah apartemen agar tidak terlalu terpikir pada peristiwa nahas itu. Dan memang kabarnya daerah itu memang tidak begitu aman karena lokasinya tidak jauh dari tempat mangkalnya geng-geng dan pengangguran. Aku hanya berharap suatu hari kedua bajingan itu tertangkap dan mendapat hukuman seberat-beratnya. Daftar Agen BandarQ



Sabtu, 21 Maret 2020

Goyangan Ganas Dari Penjual Roti Yang Montok


CrownQQ - Mungkin para pembaca sudah tahu sifatku dalam cerita sebelumnya yang berjudul ibu Rini adalah mengencani wanita yang lebih tua dariku.
Minggu kemarin aku ditugaskan oleh kantorku ke kantor cabang di Bandung. Memang aku sudah ada rumah yang sudah disiapkan oleh kantor pusat, jadi tidak perlu lagi untuk menginap di hotel, yang tentu akan lebih besar pengeluarannya.

Sudah tujuh hari ini aku selalu makan malam keluar rumah, karena rumah tempat tinggalku hanya ada pembantu pria yang hanya membersihkan rumah serta mencuci pakaian dan pulang pada sore hari setelah aku pulang dari kantor cabang di Bandung.

Memang sudah dua hari ini aku bila tidak ingin makan malam yang harus naik angkot, aku suka makan roti bakar dan bubur kacang ijo yang berada di depan kantor cabangku. Itupun tidak boleh lebih dari jam sembilan malam, karena lebih dari jam tersebut warung tersebut sudah tutup. Aku kaget juga saat makan diwarung tersebut yang biasa melayani Pak tua, kok tiba-tiba yang melayani seorang ibu yang berwajah lumayan manis, dengan tubuh sintal, umur kira-kira 45 tahun, dan berkulit kuning langsat seperti ciri-ciri khas orang Jawa Barat.
“Bu, bapak yang biasa melayani disini, kemana bu?” sapaku.
“Och Mang Didin, sedang sakit Mas.” jawabnya.
“Lalu ibu siapa?” tanyaku penasaran.
Dia hanya tersenyum manis saja.
“Wach ini ibu bikin penasaran aja nich” pikirku dalam hati.

BACA JUGA :  Kocokan Maut Yang Berasal Dari Tante

Memang sich dia balik bertanya, aku ini siapa, dan setelah aku jelaskan, dia memang memperkenalkan diri bahwa dia ibu Vina. Dia jelaskan bahwa dia tinggal persis dibelakang kantorku saat ini, tetapi masuk gang kecil. Aku duduk sambil makan roti tidak biasanya hingga sampai warung tersebut tutup. Cukup jelas bahwa Bu Vina hanya tinggal bersama seorang anaknya laki-laki yang sudah berkeluarga. Lalu dari informasi pembantu di kantor cabangku, bahwa Bu Vina tersebut ditinggal cerai oleh suaminya setahun yang lalu, dan dikatakan bahwa Bu Vina sebelum cerai termasuk orang yang berada, meskipun tidak terlalu kaya sekali. Pastas pikirku, dari dandanannya, Bu Vina tidak terlalu seperti ibu-ibu yang lain, dalam arti tidak memakai kebaya, melainkan memakai baju terusan hingga dengkulnya.

“Bapak kapan ngobrol dengan Bu Vina? tanya pembatuku.
“Tadi malam.” jawabku singkat.
“Wach bapak pulang kantor suka malam sich, Bu Vina kalau siang atau sore kira-kira jam lima suka ngobrol disini dengan saya lho.” jawab pembantuku lagi.
Och ternyata Bu Vina suka ambil air ledeng dari kantorku, untuk air termos diwarungnya. Hm.. Kesempatan pikirku.

Singkat cerita, aku sengaja pulang agak sore, dan memang benar Bu Vina sedang ngobrol dengan si Dadang pembantuku. Lalu aku ditegurnya sambil berkata.
“Maaf nich Mas, ketahuan dech, sering minta air nich.”
“Nach yach.. Ketahuan, kalau begitu harus bayar nich, dengan roti bakar.” candaku.
Tapi tiba-tiba si Dadang mau izin pulang cepat karena adiknya mau kedokter, kebetulan pikirku he he he.

“Iya dech nanti aku bilang sama Mang Didin menyiapkan roti bakar untuk Mas”
Lalu aku coba untuk menggodanya “Ech enggak bisa, yang ambil air khan ibu, yang membuatkan roti bakar juga harus Bu Vina dong.”

Dia menatapku tajam sambil menggigit bibirnya yang sangat indah dilihat, aku sudah dapat membaca pikirannya, bahwa dia sudah mengerti maksudku. Lalu aku balas tersenyum kepadanya, diapun tersenyum kembali sambil permisi untuk ke warungnya.

Akhirnya aku paling sering pulang sore-sore hingga suatu waktu saat si Dadang hendak izin tidak bisa masuk, akupun izin ke kantor untuk istirahat dirumah, padahal ada niat untuk mengencani Bu Vina, karena memang aku sudah ada sinyal dari pandangan matanya beberapa hari yang lalu.
Siang hari seperti biasa Bu Vina datang untuk minta air, lalu aku pura-pura menjawab meringis sambil memegang pinggangku. Dan memang benar Bu Vina datang menyambut.
“Kenapa Mas pinggangnya” Agen BandarQ

“Enggak tahu nich, tadi pagi bangun tidur langsung pinggang saya terasa mau patah.”
“Mau ibu pijitin” tantangnya. Wach kebetulan nich pikirku.
Singkat cerita aku sudah tiduran dibangku panjang diruang tamuku tanpa baju, lalu Bu Vina memijit pinggangku. Setelah lima menit aku bangkit berdiri, lalu aku tawarkan ide gilaku untuk memijitnya.
“Ach memang Mas bisa mijit, kalau bisa kebetulan nich betis ibu suka pegal-pegal”

Aku tidak banyak bicara aku suruh Bu Vina tiduran untuk memijit betis bagian belakang. Memang seperti kebiasaan Bu Vina hanya memakai baju daster bercorak kembang hingga batas dengkulnya. Lalu aku mengambil body oil dari kamarku. Aku urut betis Bu Vina lalu pelan-pelan pijitanku aku naikkan hingga pahanya. Dia ternyata hanya diam saja. Karena sudah ada sinyal pikirku, aku singkapkan dasternya hingga kedua belah pantatnya yang sangat menantang terlihat jelas di depan mataku. Aku pijat pahanya sambil kedua jempolku aku masukan ke dalam celana dalamnya. Dia hanya mendesah.

“Och..”
Hm.. Kesempatan nich, aku tidak buang-buang waktu lagi, aku turunkan celana dalam Bu Vina hingga batas dengkulnya, lalu aku masukan tangan kananku ke dalam celah kedua belah pahanya, sambil memasukan jari tengahku ke dalam lubang kemaluan Bu Vina.

“Och.. Och..” desah Bu Vina sambil mengangkat pantatnya agak ke atas, hingga makin jelas terlihat kemaluan Bu Vina yang sudah berwarna coklat tua. Lalu aku lumurkan body oil persis dilubang anus Bu Vina, hingga meleleh hingga ke lubang kemaluannya. Aku gosok-gosok lubang kemaluan Bu Vina bagian luarnya, sedangkan jempolku aku gesek-gesek secara perlahan dilubang anusnya. Rupanya Bu Vina tidak kuat lagi menahan gejolak napsu birahinya. Langsung dia berdiri sambil menarik celana dalamnya ke atas kembali, dan mencium bibirku lalu berkata pelan.

“Mas masih siang enggak enak nanti ada yang datang lagi, nanti sore pasti saya akan ambil air lagi dech” Bu Vina seakan mengisyaratkan aku bahwa nanti sore saja setelah hari agak gelap.


Benar saja masih seperti tadi Bu Vina berpakaian, dia datang berpura-pura untuk minta air, kulihat mang Didin sedang sibuk melayani tamu yang memesan roti bakar diwarung Bu Vina. Aku menyuruh Bu Vina masuk kembali, tapi sekarang aku ajak dia kekamar tengah tempat aku nonton TV, aku langsung mendekapnya, dia menyambut dengan ciuman sambil melumat lidahku. Lalu aku suruh Bu Vina membuka dasternya. Hingga dia telanjang bulat, lalu aku suruh dia nungging diatas bangku, secara pelan-pelan aku selusuri pahanya dengan lidahku, hingga sampai ke lubang kemaluannya. Tampak memang Bu Vina rajin merawat tubuhnya.


Tanpa buang waktu aku buka celanaku lalu aku masukan penisku ke dalam lubang kemaluannya dari belakang, aku genjot Bu Vina dari belakang hingga cairan putih menetes dari lubang kemaluannya. Sedangkan dia hanya menunduk sambil mendekap senderan bangku tamuku, sambil memejamkan matanya menahan rasa nikmat.

Aku balikkan tubuh Bu Vina lalu aku jilat teteknya yang sudah mulai mengendor, aku buat beberapa sedotan keras dari bibirku dibagian pinggir teteknya hingga membekas berwarna merah kehitam-hitaman. Dia hanya mendesah terus menerus. Aku bisikan perlahan.
“Ibu isep saya punya yach”

Tanpa disuruh lagi Bu Vina langsung duduk di bangku sambil mengulum penisku, dan tampaknya beliau tahu persis cara mengulum yang benar. Diputar-putarnya penisku dengan lidah serta air liurnya, hingga penisku makin tegang dan keras. Lalu aku pegang kepalanya dengan kedua tanganku dan langsung kugoyangkan penisku keluar masuk ke dalam mulutnya. Lalu dijilatnya pinggiran penisku hingga bagian paling bawah mendekati lubang anusku. Wow memang ibu yang satu ini sangat lihai cara memberikan kenikmatan pada pria.

Lalu aku tarik bangku tamuku, aku sandarkan tubuh Bu Vina di sandaran bangku hingga kepalanya menyentuh tempat duduk, sedangkan pinggangnya terganjal disandaran bangku, lalu aku renggangkan kedua belah paha Bu Vina dan kumasukan penisku ke lubang kemaluannya mulai dari perlahan hingga kugenjot kencang.

Tampak Bu Vina hendak berteriak, tapi karena takut terdengar tetangga, ia hanya mendesah.
“Och.. Och.. Och.. Teruskan Mas, teruskan..”
Kami berdua hingga berkeringat, karena memang sengaja aku menahan pejuku untuk tidak muncrat dahulu. Karena aku memang benar-benar terangsang dengan putihnya body Bu Vina, buah dadanya yang masih bulat menantang, meskipun agak turun sedikit, serta pinggulnya sangat menantang bila dia memakai rok maupun celana ketat.

Aku cabut penisku sambil membersihkan lubang kemaluan Bu Vina dengan tissue, karena tampaknya Bu Vina telah mencapai puncak kenikmatannya, sehingga tampak cairan pejunya meleleh. Akhirnya aku angkat Bu Vina ke dalam kamar tidurku, aku rebahkan dia, aku kecup bibirnya sambil tanganku memelintir puting susunya, kadang-kadang aku ramas buah dadanya. Lalu ciumanku dibibirnya aku pindahkan kekedua buah dadanya, aku jilat secara bergantian puting susu Bu Vina. Dia tampak gelisah karena mulai terangsang kembali sambil kadang-kadang mengangkat pinggulnya supaya vaginanya bergesekan dengan penisku, mulai dari buah dadanya jilatanku turun ke arah pusar serta perut bagian sisi kanan dan kirinya. Domino99 Online Terbesar

“Och..!!” tampak Bu Vina tak kuat lagi menahan rangsangan yang aku berikan lewat jilatan lidahku. Ia pun langsung membalikkan badanku hingga terlentang lalu diapun mulai membalas dengan menjilat kedua puting tetekku, lalu mengangkat kedua pahaku hingga ke atas, hingga pinggangku agak terangkat, lalu ia mulai menjilat kedua bijiku lalu lebih turun kembali disekitar pinggiran lubang anusku, kadang-kadang ujung lidah Bu Vina menyentuh pas ditengah lubang anusku, dan memang kenikmatan yang luar biasa yang saya dapatkan pada sore hari ini. Karena memang service dari Bu Vina secara bertubi-tubi tanpa henti, langsung membuat aku tidak dapat lagi menahan pejuku untuk keluar.

Lalu aku angkat Bu Vina untuk posisi menduduki penisku, secara perlahan dia masukan penisku ke dalam lubang kemaluannya. Langsung tanpa diberi komando Bu Vina memacu diriku seperti kuda liar, terus dia menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Kejadian ini berlangsung selama duapuluh menit dan tampak keringat mulai menetes dari tubuh Bu Vina, langsung dia mendekap diriku, sambil berbisik.
“Keluarkan yach Mas.. aku sudah tak kuat lagi..”

Sambil mengangguk aku cium bibirnya yang mungil. Lalu Bu Vina kembali pada posisi menduduki aku sambil memacu goyangan pinggulnya lebih kencang lagi, terus.. Dia memacu, akupun tak dapat menahan kenikmatan yang sudah memuncak diubun-ubun kepalaku.

Lalu aku lepaskan pejuku didalam lubang kemaluan Bu Vina, dan tampaknya ini juga diimbangi dengan goyangan Bu Vina yang makin lama makin melemah sambil kadang-kadang dia menghentakkan pinggulnya, yang rupanya dia mengeluarkan pejunya untuk yang kedua kalinya. Lalu dia tersungkur merebahkan badannya diatas tubuhku, sambil memeluk erat tubuhku.
Setelah sepuluh menit, aku bisikan ditelinga Bu Vina.
“Bu yuck pake baju, nanti mang Didin nyariin lho..”

Lalu Bu Vina bangun dan membersihkan dirinya didalam kamar mandiku, demikian juga aku. Setelah rapih Bu Vina berkata.
“Mas aku kedepan yach” Lalu aku menjawab.
“Terima kasih, ‘roti bakarnya’ yach bu”
Lalu dia berbalik memandangku tajam sambil tersenyum dan berkata, “Awas kamu yach..”
>> Daftar Agen BandarQ <<



Selasa, 17 Maret 2020

Kocokan Maut Yang Berasal Dari Tante


CrownQQ - Pak Sumailberjalan tanpa sandal, sesekali tangannya mengangkat sarung kotak-kotak yang dipakai. Lelaki 60 tahun itu nampak tergesa menuju perbatasan hutan di kampung, lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga.

“Waduh.. maaf sekali pak, saya agak telat menyambut. Tadi ada warga yang anaknya mau kawinan jadi saya urus sana-sini dulu,” Jamal menyalami pak Supri, tuan tanah di kampung itu yang sudah sejak lama tinggal di kota.

Pak Supri terkenal dermawan di dusun itu, banyak membantu pembangunan tempat ibadah, sekolah rakyat, dan juga memberi sembako saat paceklik melanda desa.

“Walah ya ndak apa-apa pak kadus, biasa saja. Oh ya ini Ivan pak kadus masih ingatkan.. sudah kelas 2 SMA sekarang.. dan ini kawan-kawannya. Nah mereka saya antar ke dusun ini biar tahu kehidupan desa, mumpung mereka masih libur,” kata Supri, lelaki tambun, usianya sekitar 55 tahun.
Wah.. wah den Ivan sudah gede sekarang.. pangling saya den,” Jamal menyalami Ivan dan tiga kawan sebayanya, Hilman, Jarjit, dan Ipin.

Pak Supri lalu menjelaskan pada Ivan dan kawan-kawannya tentang Jamal, kadus yang sangat rajin dan santun yang patut jadi panutan. Ia juga menjelaskan pada Jamal bahwa Ivan, anaknya akan berada di dusun itu selama sepekan bersama tiga temannya itu, harapannya agar mereka tahu tentang kehidupan desa dan menghargai orang desa.

“Saya hanya minta mereka dibolehkan mendirikan perkemahan di sini, tolong pak kadus gembleng mereka untuk mIvanri. Soal kebutuhan makan biar mereka upayakan sendiri, ya mencari ikan, mancing di kali, nyari sayuran, sampai masaknya jangan dibantu biar nggak manja. Nanti berasnya saja disediakan,” kata pak Supri.

Ivan dan kawan-kawannya mencari tempat datar mendirikan tenda, dan mulai menyiapkan semua peralatan kamping. Pak Supri lalu meninggalkan anaknya itu dan kembali ke kota.
Dua buah tenda berukuran 3 kali 3 meter berdiri saat menjelang petang, Sumailikut membantu anak-anak kota itu, sampai semua beres.

Jamal lalu mengajak anak-anak itu mampir ke rumahnya di pemukiman dusun. Di sana ia menjelaskan lokasi sungai di dalam hutan yang bisa dipancing ikannya, juga lokasi kebun sayur miliknya di tumpangsari hutan yang boleh mereka petik. Domino99 Online Terbesar

Malam itu Ivan dan teman-temannya menginap di rumah Jamal dan berkenalan dengan remaja sebaya mereka di dusun itu. Tapi, Jamal meminta remaja kampung untuk tidak membantu apapun pada anak-anak kota itu selama kamping agar mereka mIvanri sesuai pesan pak Supri.
Pagi-pagi benar Ivan dan tiga temannya kembali menuju perbatasan hutan tempat tenda mereka berdiri, mereka membawa beberapa kilogram beras dan perabotan masak-memasak dari rumah kadus Jamal.

Ya elah.. benar-benar welcome to the jungle nih ndi.. elo sih pake nurut segala sama bokap lo itu. Harusnya kita liburan ke Bali.. eh malah jadi tarzan disini.. huh capek deh,” Hilman mengeluh sejadinya sambil melempar panci yang dibawa.
“Iya nih.. mana perut keroncongan lagi nih,” Ipin menimpali. Ipin bertubuh tambun dan doyan makan.

“Udah deh.. mendingan kita cari cara gimana biar ada lauk untuk makan… mana belanja nggak bisa. Ada uang tapi orang desa nggak mau menjual apa-apa pada kita karena perintah bokap gue. Ayo deh Raj.. cari ranting atau apa kek yang bisa dibakar untuk masak,” kata Ivan.
Keadaan terpaksa membuat mereka bergerak juga, daripada lapar. Tungku disiapkan dari susunan batu, dan blar.. api pun menyala menanak nasi di panci. Untung Ipin membawa bekal beberapa bungkus mie instant yang bisa menjadi lauknya.
“Tuh kan enak juga ternyata jadi tarzan begini.. ha ha..,” Ivan menghibur teman-temannya itu.
“Enak.. tapi gue nggak kenyang nih makan segini,” gerutu Ipin.

Biasanya dia makan dua piring, dobel porsi, tapi sekarang hanya dapat satu porsi.
Setelah sarapan keempat remaja itu menuju sungai untuk mIvan dan mencuci pakaian. Tapi sebelum mereka meninggalkan tenda, Sumaildatang bersama Rosa, anak perempuannya.
“Lho aden pada mau kemana? Sudah pada sarapan belum?,” tanya Jamal.
Ia lalu mengenalkan Rosa pada 4 remaja itu. Rosa  anak pertama Jamal sudah empat tahun ini menjanda ditinggal mati suaminya kecelakaan, belum punya anak.

“Malam kemarin Rosa belum sempat ketemu kalian karena dia membantu acara warga yang mau kawinan. Nah sekarang untuk urusan masak dan makan biar Rosa yang membantu ya.. ndak apa-apa, bapak nggak akan bilang ke juragan Supri kok..,” Jamal merasa iba juga melihat Ivan dan teman-temannya harus berusaha masak sendiri.

Lagipula di rumah Rosa tidak terlalu banyak pekerjaan, karena kembali numpang di rumah ortunya.
“Waduh.. jadi ngeropotin mbak Rosa nih. Tapi oke deh pak, dari pada bobot saya susut seminggu di sini.. ha..ha,” Ipin senang karena kebutuhan makan bakal terjamin.
“Iya. Nggak apa-apa dik, mbak biasa masak dan nyuci kok,” kata Rosa.


Rosa berpenampilan khas wanita desa, pakai kain dan baju berkancing dari kain bahan kebaya. Wajahnya cantik dan sebagai janda yang masih muda tubuhnya juga semakin subur dan semok. Tingginya 165 cm dengan porsi tubuh yang ideal, sedikit montok. Payudaranya membusung menantang, pinggul lebar dan pantatnya padat terbentuk dibalik kain yang dipakainya.
Hilman dan Jarjit tak lepas memandangi postur tubuh Rosa saat itu. Ivan juga kadang mencuri pandang ke dada Rosa. Hanya Ipin yang pikirannya makan terus.

Sumailkemudian pamit pulang . Rosa kemudian mengantar Ivan dan teman-temannya ke sungai sambil membawa pakaian empat remaja itu yang akan dicuci.
4 remaja itu langsung mencebur ke sungai dengan riang. Usia mereka rata-rata baru 16 tahun, tapi badannya bongsor tidak seperti anak di desa. Tinggi mereka melebihi tinggi Rosa .
“Eh.. adik-adik ini mIvannya dicopot dong bajunya biar sekalian mbak Rosa cucikan,” katanya melihat Ivan dan kawan-kawannya mencebur tanpa melepas pakaian.

“Wah.. telanjang pakai kolor aja nggak apa-apa kan mbak? Kan sepi disini?,” Hilman menyahut senang sambil melepas baju dan celananya. Tiga lainnya juga melepas pakaiannya.
“Ya ndak apa, wong nggak ada yang lihat di tengah hutan gini. Lagi pula warga desa jarang ke sini karena sungai ini di kawasan hutan, mereka lebih dekat ke sungai di desa,” kata Rosa, ia memungiuti baju empat remaja itu di batu dan mulai mencuci di temat berjarak empat meter dari lokasi mIvan mereka.

4 remaja itu mIvan sambil gembira saling siram, Rosa memperhatikannya dengan gembira juga, ia ikut senang melihatnya.
“Mbak Rosa… mbak ikutan mIvan dong.. biar rame..,” teriak Hilman polos.
Seketika Ipin berlari mendekati Rosa yang masih jongkok mencuci dan mendorongnya terceur ke sungai. Byurr.. tubuh Rosa tenggelam di sungai yang cukup dalam, saat tubuhnya naik kancing baju atasnya terlepas sehingga payudaranya yang tidak tertutup BH sempat terlihat.

“Aduhhh Ipin.. kamu nakal ya..,” Rosa bersungut-sungut sambil membenahi bajunya.
Ipin ikut mencebur dan mulai menyirami Rosa dengan air, mereka tertawa dan saling siram. Ivan, Hilman dan Jarjit kemudian bergabung mendekat dan ikut saling siram.
Rosa protes karena kain dan bajunya basah terendam bersama tubuhnya. Sebab dia tidak membawa baju lain, masak pulang dengan basah kuyup.

Ya sudah mbak Rosa bajunya dibuka aja, terus dijemur,”kata Hilman mejawab protes Rosa.
“Iya mbak. Bajunya dijemur aja biar kering, jadi pas selesai mIvan bisa dipakai lagi,”tambah Ivan.
Rosa berpikir sejenak. Benar juga usul mereka, lagipula meski telanjang tubuhnya tak mungkin terlihat karena terendam di sungai, kebetulan sungai juga agak keruh karena hujan kemarin.
“Ini tolong dijemurkan dik Ivan..,” Rosa menyodorkan kain dan bajunya ke Ivan agar Ivan menjemurnya di bebatuan.

“Ya sudah kalian teruskan mIvannya.. mbak sambil nyuci ya,” kata Rosa.
Sambil berendam badan sebatas bawah leher, Rosa melanjutkan mencuci pakaian dengan hanya tangannya di atas batu sisi sungai. Sementara empat remaja itu kembali saling siram, bernyanyi dan berteriak-teriak gembira menikmati dinginnya air sungai dengan jarak menjauh dari Rosa karena tak ingin mengganggunya.

Hilman menoleh Rosa yang membelakangi mereka, pikirannya tiba-tiba teringat film porno milik ayahnya yang pernah ditontonnya dengan curi-curi. Selama ini ia hanya bisa membayangkan bagaimana bentuk tubuh wanita bugil yang dilihat secara langsung. Ia mulai membayangkan tubuh telanjang Rosa di balik air sungai.
“Hey bro.. gimana ya bentuk susu dan mekinya cewek yang asli? Gue penasaran nih..? gimana kalau kita minta mbak Rosa liatin dikiiiit aja,” pikiran Hilman yang mulai nakal disalurkan ke teman-temannya.

Jarjit setuju, tapi Ivan dan Ipin masih bertahan melarang, mereka takut Rosa melaporkan ke bokap Ivan dan kadus ayah Rosa.


Akhirnya mereka memutuskan membuat strategi. Ivan, Ipin dan Jarjit kemudian berenang menjauh, cukup jauh dari posisi Rosa yang msih sibuk mencuci, sementara Hilman menjalankan aksinya.
“masih lama nyucinya mbak…,” sapa Hilman dari belakang Rosa.
“Eh dik Hilman ngaggetin aja. Ini celana kalian kok kotor banget sih, jadi lama nyikatnya,” Rosa sempat terkejut melihat kehadiran Hilman.

“Sini saya bantuin mbak,” Hilman meraih tangan Rosa di batu sisi sungai.
“Ah nggak usah dik.. kamu mIvan saja sana, nanti saya dimarahi bapak. Kan saya disuruh membantu kalian,” Aish berusaha menahan tangan Hilman yang hendak mengambil sikat dan celana panjang Ipin yang dicuci Rosa.
Mereka sempat saling rebut, dan hal ini membuat tubuh Hilman menyentuh tubuh Rosa yang sama-sama telanjang. Rosa merasakan getaran saat siku Hilman menyengol susunya, ia baru sadar kalau keadaannya sedang bugil.

“Uh.. maaf ya mbak.. saya nggak sengaja, kena deh itunya,” Hilman pura-pura malu, tapi tubuhnya tidak menjauh dari Rosa. Rosa mendadak tersipu malu.

“Eh.. oh.. nggak apa dik.., asal jangan disengaja ya. Ndak baik itu,” kata Rosa seolah menRosaati.
“Eng.. mbak.. saya boleh tanya, tapi jangan marah ya?,” kata Hilman.
“Tanya apa sih?,” jawab Rosa sambil berbalik membelakangi Hilman dan kembali sibuk menyikat celana yang dicucinya.

“Anu mbak.. apa kira-kira anunya cewek di desa sama dengan cewek kota ya?,” Hilman melanjutkan dengan ragu-ragu.

“Ih dik Hilman ini. Anunya apanya? Susunya maksud adik?,” Rosa berbalik lagi menghadap Hilman.
Hilman malu sambil mengangguk.
“Ya sama saja dong dik.. anunya dik Hilman juga sama saja dengan remaja di desa sini kan?,” jawab Rosa.

Diam-diam Rosa merasa lucu juga mendengar pertanyaan itu.
“Eh.. anu mbak.. maksud saya…,”
“Hayo.. dik Hilman pernah ngintip cewek di kota mIvan ya?,” kelakar Rosa membuat Hilman salah tingkah dan semakin malu. Tapi ia merasakan pancingannya sudah mulai mengena pada Rosa.
“Ah.. nggak kok mbak. Saya malah belum pernah lihat cewek telanjang sekalipun, hanya pernah di pelajaran biologi liat gambarnya aja. Makanya penasaran mbak..,” aku Hilman.

Mendengart itu Rosa jadi kRosaan pada Hilman. Di desanya rata-rata remaja pria sudah semua pernah melihat payudara wanita secara langsung, meskipun hanya wanita setengah baya yang sedang mIvan di sungai. Ia lalu berpikir memperlihatkan susunya kepada Hilman untuk mengobati penasaran anak kota itu. Lagi pula ia kan bukan gadis lagi, dan selama empat remaja itu di dusunnya ia diminta kadus ayahnya membantu mereka mengenali lingkungan dan kehidupan desa.
Ya sudah.. kalau mbak liatin susu mbak gimana?,” tanya Rosa. Agen BandarQ

“Ehhhmm.. mau mbak.. tapi mbak nggak marah kan?,” kata Hilman senang.
Rosa tersenyum dan beranjak ke sisi sungai yang lebih dangkal agar tubuh atasnya terentas, ia kemudian berdiri bersandar di batu sisi sungai. Mata Hilman seperti tak percaya melihat susu montok Rosa terpampang di hadapannya, kental dan berwarna kuning langsat dengan puting coklat muda.
“Tuh sudah liat kan.. sudah ya,” kata Rosa.

“Tu..tunggu bentar mbak…, emhh boleh dipegang ya mbak.. bentaaar aja.. ya.. boleh ya,” rengek Hilman, tangannya lalu menyentuh perlahan susu Rosa mulai dari pangkalnya diraba hingga puting susunya dijepit ringan dua jari.

“Hmm.. gimana.. sudah ya dik.., sama saja kan dengan di gambar?,” Rosa merasa merinding disentuh susunya, sebab selama empat tahun ini ia tidak pernah lagi merasakannya sejak ditinggal mati suami.
Mata Rosa mengawasi teman-teman Hilman lainnya, jangan-jangan yang sedang terjadi terlihat oleh mereka. Tapi ia lega, tiga teman Hilman cukup jauh dan terhalang pandangannya dengan batu di tengah sungai.

Saat Rosa terlihat sibuk mengawasi temannya, Hilman menggunakan kesempatan itu, ia semakin nekat meremasi susu Rosa.
“Mbak.. kenyalnya enak ya..,” katanya sambil terus memijati putting Rosa.
“Enghhmm.. sudah ah dikhh.., sudah ya,” pinta Rosa sambil menepis tangan Hilman.
Tapi Hilman masih saja meremasi susu Rosa.
“Eh mbak.. kok begitu megang susu mbak.. burung saya bangun sih?,” Hilman bertanya kekanak-kanakan sambil terus meremasi Rosa.

Rosa kembali merasa lucu dengan pertanyaan Hilman, namun mendengar kata burung mebuat pikiran Rosa tak karuan dan merindukan melihat burung suaminya. Tadinya ia berpikir empat remaja ini masih sangat kanak-kanak tapi mendengar Hilman mengaku burungnya berdiri Rosa jadi penasaran juga, sebesart apa sih burung anak usia belasan ini.

“”Apa.. emang burung dik Hilman bangun sekarang?,” tanya Rosa.
“Iya mbak.. nggak tau nih kenapa.., nih mbak pegang coba,” Hilman segera menuntun tangan Rosa ke penisnya yang terbungkus kolor.

Rosa merasakan nafasnya memberat saat tanganya menyentuh penis Hilman. Remaja ini bongsor dan atletis dibIvanng usianya yang masih belia. Penisnya juga sudah sebesar penis pria dewasa umumnya.
“Tuh kan mbak.. bangun.. kenapa ya mbak?,” rengek Hilman.

“Emhh.. oh.. ini wajar dik.. normal. Kan di pelajaran biologi juga adik sudah tahu..,” kata Rosa.
Sambil tangannya terus mengusapi penis Hilman, Rosa seolah menggurui menjelaskan kalau penis pria berdiri karena terangsang apalagi jika menyentuh vital wanita.
“Sini dik.. nah kalau diginiin rasanya gimana?,” Rosa menyusupkan tangannya ke balik CD Hilman dan mulai mengocok pelan penis Hilman.

“Aduhh.. mbaakkhh enakhh..,”lenguh Hilman.
“Itu wajar dik.. nanti kalau sudah kawin baru deh dik Hilman rasain enaknya. Karena kalau sudah punya istri, burungnya dik Hilman bisa bersarang di sarangnya,” kata Rosa.
Ia tak sadar penjelasannya justru membuat pertanyaan-pertanyaan menyusul yang menuntut dari Hilman.

“Sarangnya apa tuh mbak.., enghh.. terusin digituin mbak.. enakhh nih..,” Hilman merasa penisnya sudah sangat tegang, tangannya terus meremasi susu Rosa. Nafas Rosa mulai menyesak.. ia membayangkan penis itu penis suaminya yang sudah siap mengantar kenikmatan padanya.
“Hhh.mmmm.. sarangnya namanya memek dik.. seperti punya mbak ini..sini dik Hilman pegang ya..,” Rosa menuntut tangan kanan Hilman ke selangkangannya.
Hilman bisa merasakan lembutnya permukaan vagina Rosa.

“Wah.. lembut sekali ya mbakhh.. kalau dipegangin gini mbak merasa enak juga nggak kayak saya,” Hilman terus melancarkan tanya, sambil tangannya mulai membelai-belai permukaan vagina Rosa.
Rosa sedikit mengangkangkan kakinya memberi ruang bagi tangan Hilman.
“Ngghhh.. sstt.. yahh enakhh dikhh.., sama enaknya..,” tubuh Rosa mulai menggelinjang dipermainkan gatal dan geli di vaginanya.

“Terus gimana selesainya mbak.. kalau burung saya bersarang di sarangnya nanti?,” Hilman terus bertanya penasaran, pikirannya sudah melayang ke film porno yang pernah ditontonnya.
Penisnya kenikmatan karena tangan Rosa semakin liar mengocoknya.
“Emmhh.. kalau sudah masuk ke sarangnya.. nanti burung dik Hilman bisa loncat-loncat di dalam.. teruss kalau mau selesai dia nyemprotin air..,” Rosa semakin terangsang dengan pertanyaan Hilman, CD Hilman dilorotkanya dan penis Hilman dikocok semakin cepat.
“Ahh..sst.. geli banget mbakhh… auh.. kayak mau kencing nih.. ouh…, mbaakhh enak juga khan..?,” Hilman melenguh merasakan kedutan di penisnya.
Ekspresi kenikmatan Hilman membuat Rosa semakin teransang, apalagi tangan Hilman juga semakin aktif mengosok permukaan vaginanya.

“Iya dik.. sstt enakhh juga mbakkhhh.. ahhkkss.. keluarin aja kencingnya nggak usah ditahan,” Rosa merasakan tubuh Hilman mulai menegang dan croottt… semburan sperma Hilman muncrat ditangannya.
Rosa sudah terbakar birahi, pingulnya bergoyang agar lebih merasakan gosokan tangan Hilman di vaginanya.

Tapi sebelum ia klimaks, Rosa mendengar suara teman-teman Hilman mendekat. Ia segera menyudahi aksinya dan kembali beranjak ke sungai yang lebih dalam agar tubuhnya terbenam lagi.
“Eh..mbak makRosa ya sudah ngajari saya.., jangan bilang ke yang lain mbak ya,” Hilman malu-malu menghampiri Rosa kemudian ia naik ke bibir sungai dan bersalin pakaian.
Rosa mengangguk, ia sendiri sangat malu menyadari apa yang barusan terjadi. Tapi klimaks yang belum sempat diraih membuat pikiran Rosa jadi tak karuan saat itu.
Ivan, Ipin, dan Jarjit sudah berkumpul bersama Hilman dan sudah bersalin pakaian. Rosa menyuruh mereka ke tenda duluan meninggalkanya, agar tak terlihat saat ia harus naik ke bibir sungai untuk kembali mengenakan kain dan bajunya. Daftar Agen BandarQ